Upaya Pemerintah Menekan Histeria Virus Corona

Kominfoblora


Rakor Kesiapan Penanganan Kewaspadaan Covid-19 (Foto: Liputan6.com/Humaskab/Ahmad Adirin) Lilik menyampaikan, keenam orang tersebut terus didampingi oleh tim kesehatan. Hal itu dilakukan karena mereka menderita batuk, pilek dan demam. "Demamnya masih di bawah 36 derajat celsius. Sedangkan yang satu orang mengalami demam di atas 36 derajat Celsius, batuk, pilek, pusing dan nyeri tenggorokan,” dia menjelaskan. Lilik menegaskan, keenam orang tersebut berada dalam pemantauan dan pengawasan lanjutan. Mereka saat ini dianjurkan untuk tidak keluar rumah, selalu memakai masker, dan makan makanan bergizi. "Sekarang kondisinya sudah dinyatakan sehat," katanya. Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, menyambut baik langkah-langkah yang telah dilakukan dinas kesehatan untuk menyikapi maraknya pemberitaan tentang bahaya COVID-19 yang telah sampai di Indonesia. "Sudah ada dua WNI yang dinyatakan positif terkena COVID-19. Maka rakor ini kita laksanakan sebagai wujud kewaspadaan di tingkat daerah, khususnya Blora. Kami minta seluruh dinas terkait untuk gencar melaksanakan sosialisasi," ujar Komang. Menurutnya, guna mengurangi kecemasan masyarakat terhadap bahaya COVID-19 ini, pihaknya meminta seluruh awak media bisa menyampaikan pemberitaan yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan. "Manfaatkan media sosial dengan baik. Isi dengan sosialisasi yang mengedukasi, bukan menakut-nakuti," ucap Komang. (sumber : liputan6.com)